Tragedi kebaran Glodok Plaza, Jalan Pinangsia Raya, Tamansari, Jakarta Barat. Terjadi pada Rabu malam, 15 Januari 2025 sekitar pukul 21.30 WIB api dilaporkan mulai muncul. Api pertama kali tercium dari lantai 7 dan 8. Lantai 7 digunakan sebagai diskotek, lantai 8 sebagai kafe/aktivitas hiburan. Beberapa saksi mencium bau asap dari lantai 9 kemudian setelah melihat titik api di area bekas diskotek di belakang videotron. Api cepat meluas ke lantai-9 dan area sekitar. Material elektronik dan material isolasi di ruang karaoke/diskotek memperparah penyebaran serta menghasilkan asap pekat. Struktur gedung dengan banyak sekat kios elektronik dan kompleksitas penataan ruang juga menyulitkan tim pemadam untuk menjangkau semua titik kebakaran. Sekitar 36 unit mobil pemadam kebakaran + ±180 petugas dikerahkan. Proses pemadaman terjadi sepanjang malam; api mulai bisa dikendalikan dini hari, tapi pendinginan dan pengawasan masih berlangsung. Sembilan orang korban sempat terjebak di lantai 7, 8, dan 9, tetapi akhirnya berhasil dievakuasi. Jumlah orang yang dilaporkan hilang oleh keluarga mencapai 14 orang. Tim DVI (Disaster Victim Identification) di RS Polri, Kramat Jati, terlibat dalam upaya identifikasi jenazah, Dari 14 orang yang dilaporkan hilang, 6 jenazah sudah berhasil diidentifikasi melalui data yang cocok atas nama : Osima Yukari, Aulia Belinda, Zukhi Fitria Rahdja, Ade Aryati, Destu Eka Putri S, dan Keren Shalom Jeremiah, Namun, ada 8 jenazah yang masih misteri identitasnya bahkan setelah dilakukan identifikasi maksimal. Kondisi jenazah yang sangat rusak, hangus, sampai sebagian tubuh sulit ditemukan, menyulitkan identifikasi visual maupun pemeriksaan post-mortem biasa. Sehingga dibutuhkan pemeriksaan DNA dan data antemortem dari keluarga koraban, namun hingga batas waktu tertentu, proses DVI ditutup untuk beberapa jenazah yang tidak cocok dengan data hasil pemeriksaan DNA dengan data pembanding dari keluarga korban yang dilaporkan hilang.