Enam orang dinyatakan tertimbun longsor di dalam rumah mereka terjadi di Dusun Kebonagung, Desa Depok Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tepatnya di RT 16 RW 07 , yang menyebabkan material tanah dan bebatuan menutup beberapa rumah warga. Identitas keenam korban ini adalah Nitin (36), Mesinem (82), Tulus (65), Yatini (50), Yatemi (65), dan Torik (2). Selain korban yang tertimbun, terdapat sekitar 10 rumah terdampak dan 7 warga lainnya harus mengungsi ke posko pengungsian yang didirikan oleh BPBD Trenggalek di lokasi aman, yaitu joglo depan Bumdesma Desa Depok. Petugas SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan segera bergerak melakukan evakuasi meskipun menghadapi medan sulit dan akses jalan yang tertutup material longsor. Operasi pencarian berlangsung selama enam hari dengan menggali tanah dan reruntuhan untuk menemukan korban. Pada Sabtu, 24 Mei 2025, seluruh korban longsor sudah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dengan petugas menemukan empat jenazah terakhir secara bertahap pada sore hari. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim medis/Tim DVI melakukan identifikasi korban dengan memeriksa data antemortem dan postmortem untuk memastikan kesesuaian identitas masing-masing korban, langkah penting untuk memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga. Setelah operasi pencarian dinyatakan selesai, fokus bergeser pada pembersihan material longsor yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi di wilayah pegunungan dan berpotensi longsor, khususnya di musim hujan yang masih berlangsung.